Sunday, October 31, 2010

My Dating (One Shoot)

FF ini aku persembahkan utk my twin. TBS, i hope u like it. Ini itung2 sebagai cemilan sambil nunggu OMG. hehehehehe .. Tp mian yaa kl jelek dan kurang memuaskan.. *bow*
Oh iia, berhubung settingnya di Jepang, jd author menggunakan 3 bahasa: Korea, Jepang, Indonesia. Bwat dialog yg ditulis dlm bahasa indonesia, anggep ajh sebenernya cast lg gmg pake bahasa korea. Ocehh?? ^^

*******************************************
Author: Eunhaekid / Park Seunggi
Cast:
Kim Kibum
Lee Ah Mi
Bouya    =berarti ‘Bocah’ dalam bahasa jepang=
Rate : All Age
Warning : Disini terjadi pembunuhan karakter. Sifat dan dialog cast asli buatan author. No Bashing !!

~AHMI POV~

Namaku Lee Ahmi, mahasiswi Tokyo Daigaku. Delapan bulan sudah aku hidup di negara orang, jauh dari keluarga dan sahabat2ku, demi menuntut ilmu. Jepang... aku berada di negeri tirai bambu ini utk melanjutkan S2 ku.
Berada di negeri ini merupakan sebuah kebanggan bagiku. Biaya hidup dan sekolah ditanggung oleh pemerintah korea selatan. Aku adl satu dari lima org yg berhak mendapat beasiswa yg diadakan setiap dua tahun sekali. Tdk sembarang org bisa mendapatkannya. Bukannya aku sombong, tp berkat nilaiku yg selalu A di ijasah sejak SD hingga kuliah S1 kemarin, aku berhasil mendapat beasiswa itu.

Berkat beasiswa itupun, aku bisa berkenalan dg namjachingu-ku, kim kibum. Seorang namja dg otak cemerlang, wajah tampan, pecinta game, dan suka musik. Hubungan kami sudah berjalan setengah tahun. Tp kami jarang sekali bertemu, dlm seminggu kami hanya bisa sekali bertemu atau bahkan tdk sama sekali. Hal ini karena kami sama2 disibukan dg tugas kuliah yg selalu menumpuk dan quiz.

Pukul 10.55 am. Aku sudah tiba di taman. Semalam kibum menghubungiku dan mengajakku kencan siang ini. Aku terlalu bersemangat, sampai2 aku datang 20 menit cepat, bahkan aku tidak mempedulikan teriknya matahari hari ini. Maklum saja sekarang sudah memasuki musim panas.

Aku duduk di salah satu bangku di taman itu. Untung taman sedang tidak ramai, jd aku bisa duduk dg tenang di bawah pohon rindang. Aku cari posisi yg nyaman lalu menurunkan sedikit ujung topi yg kupakai hingga menutupi mataku, dan aku tertidur sejenak.

‘SREKK SREKK’ ..... Aku mendengar sesuatu bergerak di semak2. SREKKK SREKKKKK

Suara itu semakin mendekat. Aku penasaran dg suara itu. Aku bangkit meninggalkan kursi dan melangkah menghampiri sumber suara itu. Tiba-tiba.....
BRUUKKK

~AHMI POV END~
***********************************

~KIBUM POV~

Kulihat jam dinding di dekat pintu apartemenku, pukul 10.57 am. Aiiiiiiisssshhhh kenapa aku sampai ketiduran sih, kalau begini aku bisa terlambat menemui ahmi.

Aku melesat ke kamar mandi, cuci muka dan sikat gigi. Untung semalam aku udah mandi, jd sekarang ga usah mandi lagi *omo~~ kibum oppa jorok. Untung ajh situ ganteng XP*

Dg cepat aku berpakaian dan keluar apartemen, setelah mengunci pintu tentunya. Sepanjang jalan, aku merapihkan rambut hitamku. Walaupun buru2, tp aku tetap harus terlihat tampan di depan kekasih hati. Hahahhaa

Setelah perjalanan 15 menit dg bus, aku turun di pemberhentian selanjutnya dan bergegas menuju tempat yeojachingu-ku menunggu.

Aku terus tersenyum membayangkan akan berkencan dg Ahmi seharian ini. Aku tdk peduli dg pandangan aneh org2 yg mungkin menganggapku sudah gila. Biarkan saja. Mereka tdk tahu, sudah seminggu aku dan ahmi hanya berkomunikasi lewat telpon, dan itu tdk cukup menghapus rasa rinduku, tp hari ini kami akan bersenang2 dan akan merasakan yg namanya dunia hanya milik berdua. Hahahhahaha.. *author hawatir kibum oppa udh ga waras -_-*

Aku mempercepat langkahku, tp aku sempatkan diri utk mampir ke toko bunga. Aku ingin memberikan seikat bunga utk ahmi. Jujur aku bukan tipikal pria romantis, jd aku tdk tahu harus memberi bunga apa. Kalau mawar, itu sudah biasa dan ahmi bukan wanita biasa untukku, jd aku pilih bunga yg lain. Kalau anggrek? Sekarang kahn musim panas, aku jamin bunga anggrek yg kubeli akan mati dalam dua jam. Mmmmmhhh kalau begitu apa yaa??

Mataku tertuju pada deretan bunga yg berukuran agak besar berwarna kecoklatan. Bunga matahari, cocok dg ahmi yg selalu memberiku cahaya kehidupan. *jiaaaaaaaaaaaaaahhh* Akupun memutuskan untuk membeli beberapa kuntum bunga matahari.

Tak butuh waktu lama, aku sudah tiba di taman tmp kami janjian. Aku edarkan pandanganku ke sekeliling taman, mencari sosok gadis pujaanku. Ah, aku melihatnya tp dia tidak seorang diri... siapa yg sedang bersamanya itu?

~KIBUM POV END~
*****************************************

~AUTHOR POV~

Tiba-tiba........ BRUKKK

Ahmi tersungkur ke tanah saking terkejutnya. Ia melihat seorang anak laki2 bertopi biru menyembulkan kepalanya dari balik semak2. Umurnya kira2 tiga tahun dg pipi chubby dan mata agak sipit. Anak itu sangat tampan dan menggemaskan. Anak laki2 itupun tampak terkejut melihat ahmi yg jatuh terduduk dihadapannya.

Ahmi bangkit dan menghampiri anak itu

nani o shite iru no koko de?” tanya ahmi. Tp anak itu malah mundur dg wajah seperti ketakutan

“ahmi~ah, wae keuraeyo –ada apa-?” kibum berlari menghampiri ahmi. Dilihatnya anak laki2 yg berdiri di hadapan mereka sekarang.

Anak itu sangat terkejut melihat kedatangan kibum. Terlihat anak itu mulai membuka mulut seperti ingin bicara, tp kemudian ia menggeleng dan menutup mulutnya rapat2 dg kedua tangan mungilnya

“anak siapa ini? Kau punya kerabat disini?” tanya kibum lagi sebelum ahmi sempat menjawab pertanyaannya yg pertama

“molla –entahlah-. Anak ini tiba2 muncul dr semak2. Aku kahn hanya sendiri di jepang, mana mungkin aku punya kerabat”

Kibum beralih memandang anak misterius itu

“bouya, o namae wa?” tanya kibum dg senyumannya sambil berjongkok, berusaha menyamai tinggi anak laki2 itu. =Bouya berarti ‘Bocah’ dalam bahasa jepang=

Anak itu diam saja. Kibum dan ahmi saling berpandangan

“sebaiknya kita bawa dia ke pos polisi. Mungkin dia tersesat” usul kibum yg kemudian menggandeng tangan mungil sii anak menuju pos polisi yg letaknya tak jauh dari taman.

Selama di kantor polisi, anak laki2 imut itu sama sekali tak bicara. Ia hanya diam sambil memainkan topi birunya. Berkali2 dua orang polisi, ahmi, dan kibum memberikan sii anak pertanyaan seperti, ‘Dimana rumahmu?’ ‘siapa nama orangtuamu?’ ‘berapa nomor telpon rumahmu?’ ‘dg siapa pergi ke taman?’ tentu saja pertanyaan2 itu dilontarkan dalam bahasa jepang, tp mereka hanya mendapat jawaban berupa wajah polos dg kedipan mata tanpa dosa dr anak itu.

‘Nii anak dtg dr planet mana sih? Dia ga ngerti bahasa jepang ato ga bisa ngomong? Tp ini kahn jepang, masa sih dy ga ngerti bahasa sendiri? Ahh. Dasar bocah aneh.’ batin kibum

Setelah satu setengah jam berlalu, ahirnya keempat org itu menyerah dan tdk lagi bertanya.

Kibum terus melihat jam tangannya. Waktunya terbuang 90menit karna bocah yg tak ia kenal. Dan kini Ahmi, yeoja chingu-nya tengah mengeluarkan puppy eyesnya, memohon agar anak laki2 itu ikut pergi dg mereka. Kibum tdk habis pikir dg yeoja yg dicintai itu. Kibum tahu ahmi sangat suka anak2 dan ia sangat tidak tega membiarkan bocah berwajah polos itu ditinggal di pos polisi, karena sebenarnya kibumpun tdk tega.

‘tp ini kahn date kami, masa nge-date bawa anak. Ga okeh bgd kahn??’ kata kibum dlm hati

~AUTHOR POV END~

~KIBUM POV~

“oppa, jebal.... –please-...” kata ahmi kesekian kalinya “chagiya~~.... –honey-” ahmi mulai mengeluarkan jurusnya. Ia tahu aku paling senang dipanggil seperti itu

“kurae –baiklah-“ aku mengalah.

“gomawo oppa” seru ahmi kegirangan dan berhambur memelukku.. aku hanya tersenyum. Sekarang yeoja ini yg malah terlihat seperti anak2 dg senyum lebarnya. Aku senang sekali melihatnya seperti itu. Menggemaskan

“oh iia, aku punya sesuatu untukmu” kataku sebelum kami meninggalkan pos polisi

“apa?” tanyanya penasaran. Aku tersenyum

“taraaaaaaaaa” seruku sambil memberinya seikat bunga matahari yg kubeli tadi

“omo~ neomu kyeopta –so beautiful-” katanya kesenangan sambil memeluk erat bunga yg kuberikan. Tuhaaaaaannn, aku benar2 senang melihatnya seperti ini *ini pasangan ga cihuyyy, dikasi bunga matahari malah kegirangan ~.~* *author dilempar cast ke kandang singa*

Ahirnya aku dan ahmi pergi meninggalkan pos polisi dg Bouya di gandeng ahmi. Tak lupa aku meninggalkan kartu identitasku agar polisi bisa menghubungiku segera saat orangtua Bouya datang mencarinya

*mulai sekarang, anak laki2 imut nan misterius itu dipanggil ‘Bouya’.. okeh ^^?*

“mau kemana kita sekarang?” tanyaku pada ahmi yg berjalan di sampingku

Bouya, ima doko e iku no?” ahmi malah bertanya pada bouya. Seperti yg kuduga, anak itu tak menjawab. Ia malah menatap ahmi sambil mengedipkan matanya yg kecil dg sangat polos.

Aku melihat brosur yg entah sejak kapan ada di genggaman Bouya. Ahmi juga melihat brosur yg ternyata brosur tmp wisata itu dan memandangku, aku tahu apa yg dipikirkan yeoja ini

“ahmi chagiya-ku, kita ini mau nge-date lho. Masa ngedate ke kebun binatang” kataku berusaha memintanya utk mengerti.

Tp ahmi malah berjongkok dan memeluk Bouya sangat erat. Beberapa detik kemudian, keduanya menatapku dg puppy eyes. Dan lagi2 aku hanya bisa menghela napas dan mengalah.
*sabar yaaa oppa*

Kami bertigapun naik bus dan berangkat ke kebun binatang.
**************************

Setengah jam perjalanan kami lewati sambil bercerita lucu. Bahkan Bouya ikut tersenyum lebar. Aku tidak tahu kenapa anak itu ikut tertawa, apakah ia memang mengerti apa yg aku dan ahmi bicarakan, atau dia hanya ikut2an tertawa. Sejak tadi aku dan ahmi terus mengobrol dg bahasa ibu kami, bahasa korea. Dan setiap aku dan ahmi bicara, pasti Bouya selalu memperhatikan, tentu saja dg tatapan polosnya yg menggemaskan. Yah aku akui, bocah kecil ini memang menggemaskan. Berkali2 aku mencubit pipi chubby nya, bahkan ahmi sudah lebih dari lima kali mencium pipi chubby nya, membuat aku cemburu >_< *yaudah, sini biar aku ajh yg nyium kibum oppa* *author dicekek hyuk*

“oppa, bagaimana kalau kita makan siang dulu? Perutku lapar” ahmi mengelus perutnya. pantas saja tadi aku seperti mendengar bunyi2an aneh, ternyata sumbernya dari perut yeoja ku toh. Hahhahaha

“ne, perutku juga sudah lapar”

Kami bertiga memasuki restoran yg ada di dalam kebun binatang.

sushi wo futatsu to tempura wo hitotsu onegaishimasu” kataku pada pelayan.

onomimono wa?” tanya pelayan itu. Aku membalik lembar menu ke deretan minuman

a, ocha wo futatsu to mirukusheeku wo hitotsu” kataku lagi

kashikomarimashita” seru pelayan itu seraya sedikit membungkuk dan pergi meninggalkan meja kami.

Tak butuh waktu lama, pesanan kami sudah terhidang di meja. Aku makan sushi kesukaaanku dg lahap karena memang tadi pagi aku belum sempat sarapan akibat bangun kesiangan. Ahmi sibuk memperhatikan Bouya yg sedang memakan tempuranya. Dasar bocah, makannya belepotan kemana2. Tp wajah Bouya sangat lucu, dy makan seperti anak yg ga makan seminggu, terburu2 dan berantakan.

Aku dan ahmi tertawa berkali2 melihat tingkah Bouya. Ahmi mengelap wajah Bouya yg sudah belepotan dg mayonaise,*bused ampe muka? O.o* dan aku hanya mengelus kepala Bouya sambil sedikit mengacak rambutnya. Lagi2 bouya hanya nyengir lebar, memperlihatkan deretan gigi putihnya.

‘SRUUUUPPTT SRUUUUPPTT’ Bouya terus berusaha menyedot milkshakenya padahal gelasnya sudah kosong

daisuki da na?? Mou ikkai ikaga desuka?” tawar ahmi pada bouya. Tp seperti yg sudah diduga, tak ada jawaban berarti dr bocah itu, ia hanya mengedipkan matanya, lucu.

“lebih baik kita lanjut jalan2 saja. Kahn kita sudah sengaja ke kebun binatang, masa Cuma makan doang” kataku seraya berjalan ke kasir dan membayar makan siang kami, ahmi mengikutiku sambil menggandeng bouya.

Begitu keluar dari restoran, kami berbelok ke kanan menuju kandang unggas. Ahmi dan bouya tak henti2nya tersenyum dan tertawa melihat binatang2 berkaki dua itu.

Sesekali aku mengambil gambar mereka dg kamera ponselku. Mengabadikan senyum mereka berdua. Ahmi juga memaksaku utk berpose dg bouya, aku menurut dan memberikan ponselku pada ahmi. Aku menggendong bouya dan kami mengangkat tangan kami ke depan wajah sambil membentuk huruf V. Aku tersenyum lebar, begitu pula dg Bouya. Semakin lama, bocah ini semakin menggemaskan saja

~KIBUM POV END~
***********************************

~AHMI POV~

Kami lanjut berkeliling. Sayup2 terdengar suara musik, kibum yg berjalan sedikit di depan, melangkah menuju suara itu, entah sengaja atau tidak. Terlihat sekelompok org sedang menari mengikuti alunan musik yg diputar dr tape. Kami bertiga semakin mendekat. Awalnya kami bertiga hanya menjadi penonton di pinggir, tp beberapa menit kemudian, kibum yg memang pecinta musik mulai menggerakan tubuhnya mengikuti musik.

Lagu Summer Time dari NEWS terdengar, kibum semakin ketengah dan semangat menari bersama kelompok org tadi. Aku tertawa melihat kibum menari dg begitu senangnya, begitu juga bouya. Ia tersenyum sangat lebar sambil bertepuk tangan riang setiap kali kibum menggerakan tubuhnya

Selang beberapa lagu, sekarang giliran lagu RokuGo versi jepang dari Super Junior yg terdengar. Betapa terkejutnya aku saat melihat Bouya menarikan tarian dr lagu itu. kibum dan org2 yg tadinya sedang menari, kini diam dan memperhatikan bouya menggerakan tubuhnya sambil memutar2 tangannya diatas kepala. *bayangin ajh tarian rokuko yaa*.... Kami semua tertawa melihat anak manis ini. Tanpa sadar, akupun ikutmenari bersamanya, kibum dan yg lainnya pun mengikuti.

Tdk lupa aku mengabadikan moment ini. Aku merekam dan memotret kibum dan bouya yg asik menari. Ternyata banyak juga pengunjung yg ikut mengambil gambar bouya, mungkin mereka sudah tergoda dg pesona anak laki2 yg menggemaskan ini.
******************************

Setelah puas menari, jalan2 kami berlanjut. Tujuan kami selanjutnya adalah kandang primata.
Aku lihat bouya sudah berkeringat. Mungkin dy kelelahan, ditambah lagi dg teriknya matahari, pasti tenaganya sudah terkuras, aku ambil tisu dr tas tentengku, dan mengelap keringatnya.
Pandanganku beralih ke arah kibum yg berdiri disamping bouya. Wajahnya ditekuk seperti org marah. Bulir2 peluh pun sudah membasahi wajah tampannya, aku ulurkan tanganku ke wajahnya dan menghapus peluh itu. Ia tampak terkejut dan memandangku, tp kemudian ia tersenyum dg sangat tampannya, senyuman inilah yg selalu meluluhkan hatiku

“gomawo” katanya sambil membetulkan topi yg kukenakan.

Aiiiiisssshhh aku yakin wajahku sudah memerah sekarang. jantungku berdegup kencang karena namja di depanku ini.

Aku menarik tangan bouya, tp dia malah duduk dan menunduk. Aku yakin dia sangat kelelahan sekarang. aku berjongkok di depannya dan mengelus kepalanya lembut

tsukaremashita?” tanyaku. Tp bouya malah menatap kibum yg berdiri di belakangku.

boku mo tsukareta yo” seru kibum dg sedikit membentak seolah mengerti arti tatapan bouya. Tp bouya yg sepertinya mengerti kalau ia mendapat penolakan, mulai mengeluarkan wajah memelasnya dan tak lama matanya berkaca2. Aku dan kibum kalang kabut. Bagaimana ini kalau bouya sampai menangis? Akupun memasang tatapan memohon pada kibum

“arasseo arasseo –aku mengerti-” kibum mengangguk-anggukan kepalanya
“bouya, kochi” kibum menarik tangan bouya hingga anak itu berdiri dan kibum berjongkok membelakanginya.

Bouya tersenyum lebar. Aku mengangkat tubuh bouya dan mendudukannya di bahu kibum. Kibum memegangi kedua tangan mungil bouya, agar ia tak jatuh.

“gomawo oppa” kataku sambil tersenyum. Kibum hanya menjawab dg senyuman juga

“kajja –ayo-” serunya sambil berjalan mendahuluiku, aku berlari kecil mengejarnya.

Kibum memainkan kedua tangan bouya sambil bercanda dengannya. Bouya tersenyum lebar, bahkan berkali2 tertawa terbahak akibat ulah kibum yg suka membungkuk dan pura2 ingin menjatuhkan bouya. Aku merasa kami bertiga seperti keluarga kecil bahagia. Aku sangat menikmati hari ini.

“Appa !! Appa!!” seru bouya sambil menunjuk ke arah kandang monyet.

Aku dan kibum sama2 terkejut. Ini pertama kalinya bouya bicara. Dan kata pertama yg terlontar dr bibir mungilnya adalah APPA. Tp kenapa ia menunjuk ke kandang monyet?

bouya, ‘Appa’ jyanai yo. Are wa ‘Saru’ desune” kata kibum pada bouya. Tp anak itu tampak tak terima dg perkataan kibum. Bouya menggelengkan kepalanya keras sambil terus berkata

“APPA !!! APPA!!! APPA”

“oppa, ‘appa’ itu bahasa dari negara mana yaa? Padahal kahn bahasa jepangnya ‘monyet’ itu ‘saru’... dan setahuku, ‘appa’ itu bahasa korea yg berarti ‘ayah’.. kalau bouya org korea, tp kenapa dia menunjuk monyet? Padahal bahasa koreanya monyet itu ‘wonsungi’ ” tanyaku pada kibum, padahal aku tahu diapun sama bingungnya

“molla –entahlah-..ahmi~ah, jangan2 bouya bukan org jepang ataupun org korea?”

~AHMI POV END~

~AUTHOR POV~

“dlm bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Latin, dan Vietnam , monyet itu ‘Monkey’. Kalau dlm bahasa Arab ‘Qrd’, terus bahasa belanda ‘Aap’ ” ahmi membuka laci (?) otaknya

“ahmi cintaku sayangku belahan jiwaku, memangnya bouya punya tampang org inggris, perancis, jerman, atau belanda?” tanya kibum yg heran dg sifat polos (?) kekasihnya

“iia juga, bouya kahn sipit” ahmi terus memandangi wajah bouya dg saksama

“kl monyet dalam bahasa thailand itu ‘Ling’, dlm bahasa filipina ‘unggoy’, ‘houzi’ dlm bahasa China. Terus ‘appa’ itu bahasa planet mana yaa? Jangan2 bocah ini bukan manusia bumi” gumam kibum yg dapat di dengar jelas oleh ahmi

“kibum pacarku yg paling ganteng dan kucinta seduniaaaaaa, mana ada alien semanis bouya” seru ahmi sambil geleng2 kepala, heran ternyata kibum tdk lebih waras darinya *author dimutilasi cast*

“hehehehhehehhe” kibum nyengir dg indahnya sambil menggaruk tengkuknya yg ga gatel

bouya, doko kara kita no? Eodieseo wasseoyo? Kamu berasal dari mana?” tanya ahmi dlm berbagai bahasa. Tp seperti kejadian2 sebelumnya, bouya hanya memandang ahmi dan kibum dg tatapan polosnya *author bosen nulis ini mulu -_-*

“sebaiknya kita cepat2 pergi dari kandang primata ini sebelum kepalaku meledak saking bingungnya” seru kibum sambil melangkah pergi membawa serta bouya yg masih bertengger (?) di pundaknya. Ahmi mengikuti mereka
*************************************

Ketiganya melanjutkan berkeliling kebun binatang dan lupa akan kejadian ‘monyet’ tadi. Tak terasa hari sudah sore. Dan mereka memutuskan utk keluar dari kebun binatang. Tp saat pintu keluar di depan mata, tiba2 bouya kembali bicara

“ais kliiiiiimmm” seru bouya sambil menunjuk ke arah kedai eskrim. Kibumpun mengajak ahmi dan membawa (?) bouya memasuki kedai es krim itu. Lagipula dg cuaca sepanas ini, memang enaknya makan eskrim.
*untung yg main di ff ini kibum, coba kalo siwon oppa, pasti dia dengernya ‘e sukuriiiinnn’ bukan ‘es kriiiiim’... :p* *author di karungin n dibuang ke kutub utara sama SIWONEST*

“stobelli .. stobelliiiii...” seru bouya senang saat pelayan toko memberikan buku menu.

Kibum dan ahmi tersenyum melihat tingkah bouya. Es krim strawberry, chocolate, dan melon pesanan mereka pun datang. Ketiganya makan perlahan, menikmati sesendok demi sesendok es krim itu.

“oppa, bouya gimana?” ahmi membuka pembicaraan

“gimana apanya?” kibum bertanya balik sambil mengelap eskrim di ujung bibir bouya

“apa org tuanya belum menghubungimu? Kalau mereka tdk dtg juga gimana?”

“aiiiiiiiisssshhhh... aku hampir lupa.. tdk mungkin aku mengurus anak ini. Mengurus diriku sendiri saja udah kesusahan, apalagi ditambah bocah ini” seru kibum sambil mengacak rambutnya sendiri

“apalagi aku...” ujar ahmi sambil menatap bouya yg menyantap eskrimnya dg semangat

“eotteokkhajeo –gimana dong-?” kibum terlihat semakin frustasi. Dipandanginya layar ponselnya, berharap ada nomor yg tak ia kenal menghubunginya dan nomor itu adl orgtua bouya. Tp ternyata nihil

“tp aku yakin. Tak ada org tua yg tega menelantar anak semanis ini” seru ahmi sambil mencubit pipi bouya yg chubby kemerahan.

‘benar juga, walaupun bocah ini sangat aneh, tp dia anak yg lucu dan sangat menggemaskan’ batin kibum.

Tak lama, ponsel kibum berdering. Nomor tak dikenal. Kibum dan ahmi saling berpandangan sebelum kibum mengangkat telpon itu

Moshi moshi

Ahmi memindahkan bouya ke pangkuannya. Diciumnya pipi chubby bouya dan dipeluknya tubuh mungil anak laki2 itu. Bouya hanya diam saja diperlakukan seperti itu.

Kibum menhembuskan napas berat saat memutuskan telpon itu. Ahmi memandangi kibum sambil tetap memeluk bouya

“Polisi blg org tua bouya menunggu kita di taman.... jigeum –sekarang-” kata kibum seraya menatap sayu bouya dan mengelus kepala anak itu.

Terlihat sekali ahmi dan kibum merasa berat berpisah dg bouya. Mereka begitu menikmati seharian ini bermain dg bouya. Walaupun hingga detik ini anak itu baru mengatakan 3 hal: Appa, Es Krim, dan Strawberry.
******************************************************

Bouya nyaman berada di gendongan kibum. Tak henti2nya ahmi mencubiti pipi bouya dg tangan kirinya, karena tangan kanannya sedang bergandengan dg kibum sekarang.

Mereka memasuki area taman dekat pos polisi itu dan melihat seorang pria yg kira2 berusia 28 thn sedang menenangkan wanita yg tampaknya lebih muda darinya, yg sedang menangis.

“Yeobo –istriku-, tenanglah.. sebentar lagi mereka datang” kata pria itu sambil mengelus punggung wanita yg sedang menangis di pelukannya

“EOMMAAAAA!!!!” seru bouya saat ia berada tak jauh dari pasangan tadi.

Wanita yg merasa dipanggil itu langsung menoleh kearah suara yg dirindukannya. Kibum menurunkan bouya dari gendongannya dan membiarkan anak itu berlari menghampiri kedua orangtuanya

“Seunghyuk~ah” seru wanita itu seraya berlari kecil menghampiri anaknya.

Didekapnya tubuh mungil bouya yg bernama asli seunghyuk, erat sekali. Berkali2 diciuminya pipi anak semata wayangnya itu. Suami si wanita menghampiri istri dan anaknya dan memeluk keduanya. Kibum dan ahmi menatap mereka nanar. Kibum menggenggam tangan ahmi dan menariknya dalam pelukannya.

Ayah bouya alias seunghyuk berjalan menghampiri kibum dan ahmi. Ahmi melepas pelukannya dan menatap ayah seunghyuk. Pria itu tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya, mirip sekali dg senyum bouya.

anooo....” pria itu tampak ragu utk bicara

“kau org korea?” tanya kibum dlm bahasa korea. Membuat ayah bouya terkejut

“ne, kalian juga org korea?” tanya sang ayah balik. Mendadak wajahnya menunjukkan kelegaan saat kibum dan ahmi mengangguk

“syukurlaaaahhhh... awalnya aku bingung mw bicara apa pd kalian berdua. Karena aku tdk mengerti bahasa jpg. Tadi saja kami kesulitan saat bertanya ke kantor polisi. Beruntung mereka mengerti dg bahasa isyarat kami. Hahahahha” seru ayah bouya

“annyeong Park Seunggi imnida.. ini suamiku Eunhyuk.. terima kasih kalian sudah menjaga seunghyuk, anak kami” ujar ibu bouya sambil menggendong putranya

“lee ah mi imnida, dan ini kim kibum namjachingu ku.. annyeong” ahmi membalas sapaan seunggi “kami tdk merasa direpotkan, justru kami senang bisa bersama bouya eh seunghyuk selama seharian ini” tambah ahmi lagi sambil mengelus pipi seunghyuk

“gomawo noona, hyung” seru seunghyuk dg senyumannya yg menggemaskan

Ahmi dan kibum saling berpandangan lalu tersenyum

“boleh aku menggendong seunhyuk utk yg terahir kalinya?” ijin kibum pada eunhyuk dan seunggi

“tentu” jawab suami istri itu bersamaan, seunggi menyerahkan seunghyuk kepada kibum

Kibum mencubiti pipi kiri seunghyuk sedangkan ahmi pipi kanan anak itu

“noona hyung, cakiiiit” seru seunghyuk dg wajah lucu

“hahhahaha... td kau diam saja saat jalan2 hah... sekarang kenapa berubah begini?” tanya kibum sambil tetap menarik pipi seunghyuk

“kata eomma aku tdk boleh bicala dg olang acing, jd aku diam caja” jawab seunghyuk dg cadel dan polosnya. Ini adalah kata2 terpanjang yg diucapkan anak itu pada ahmi dan kibum

‘Hahahhahahahhaha’

Tawa kibum, ahmi, seunggi, dan eunhyuk meledak bersamaan. Seunghyuk yg merasa kalau dirinya sedang menjadi bahan tertawaan, memajukan bibirnya, manyun dan membuatnya jd tambah menggemaskan

Seunggi dan Eunhyuk pamit pada kibum dan ahmi, dg membawa pulang seunghyuk tentunya. Seunggi dan ahmi bertukar nomor ponsel, jd ahmi dan kibum tetap bisa menghubungi seunghyuk atau bahkan bertemu dg anak itu kalau sudah pulang ke korea. Karena sebenarnya seunggi, eunhyuk, dan seunghyuk, dtg ke jepang hanya utk berlibur. Dan malam ini mereka akan pulang ke korea dg penerbangan terahir.
***************************

Td siang, saat eunhyuk sedang pergi membeli minum, seunggi mendadak pingsan saat sedang bermain petak umpet dg seunghyuk, putranya. Begitu kembali ke taman, Eunhyuk kaget melihat istrinya tergeletak dan seunghyuk entah berada dimana. Eunhyuk meneriaki nama seunghyuk, tp anak itu masih asik bersembunyi karena ia pikir sang ayah sedang membantu ibunya berjaga.

Eunhyuk yg merasa sangat cemas, segera membawa istrinya ke rumahsakit, tp setelah berkata
‘Seunghyuk~ah, jangan kemana2, appa dan eomma akan segera kembali’


THE END~~~~~~~
****************************

Part tambahan ::

Kibum mengantar ahmi pulang ke apartemennya

“aku rindu pada seunghyuk” seru ahmi saat ia dan kibum tiba di depan apartemennya

“ne, na do –aku jga-.. tp aku tak menyangka ternyata anak itu org korea. Padahal kupikir dy mahluk planet lain” kata kibum

“oiia, gmg2 soal org korea.. maksud dari ‘appa’ yg dikatakan seunghyuk saat di kebun binatang itu........” ahmi menggantung kata2nya dan menatap kibum

Kibum balik menatap ahmi dan mengingat kejadian itu. Beberapa menit kemudian

“HAHAHHAHHAHHAHHAHAHA” tawa kibum dan ahmi membahana. Sejam lebih mereka tdk berhenti tertawa

“eunhyuk~ssi itu memang mirip monyet” ujar kibum di sela2 tawanya


FIN~~~~~~

Gimana??Gimana?? kepanjangan yaa??? Maap yaaa.. soalnya kl dipotong, takutnya reader pada ga ngerti.. hehehhe..
tapi jangan lupa komen .. okeh?? Gomawo ^^ *bow*

3 comments:

  1. waaaahhhh my twiiiinnnn *hugs*
    bagus bagus, skill nulis lo makin hari makin nambah :D

    ReplyDelete
  2. Stelah terungkap ayah dr c Bouya., gw langsung ngerti knp monyet itu d panggil appa...
    Hahahahaha...

    Feb., ksih komen yg lainna jg donk...
    Trus ksih sran jg y...
    Hhehehe...

    ReplyDelete
  3. TBS : bener ?? waaaahhhh yokatta naaaa .. >_<
    doumo arigatou tbs ^^ .. da yg perlu w perbaikin ga tbs ?? aph da bagian yg sulit dimengerti gitu ??

    mamahnia : jyhahahahhaha sudah kuduga .. pasti ketahuan >_< ntu hasil berbuat ma w lhooo .. hihihihihihi

    ReplyDelete