Donghae POV
Kuperhatikan laki-laki keras kepala yang duduk disampingku ini. Mulai dari dahi lebarnya, mata sipit, hidung bangir, dengan bibir agak tebal. Entah mengapa, wajah ini bisa membuatku nyaman dan aman, bahkan menghangatkanku dikala aku merasa kedinginan dalam kesepian.
Tapi, aku sedikit kesal padanya yang terlalu menganggapku anak kecil dan seringkali tidak mau mendengarkanku, seperti tadi pagi. Ia bersikeras tidak ke sekolah dan lebih memilih menemaniku di rumah, padahal sudah kukatakan kalau aku sudah jauh lebih baik dan akan baik-baik saja.Katanya aku terlalu lemah untuk ditinggal, apalagi tanpa appa dan umma. Iiiiisshh benar-benar menjengkelkan. Tapi aku sedikit mengelus dada karena hampir saja kedua temannya yang lain juga ingin ikut menemaniku, tapi beruntung aku masih bisa meyakinkan mereka untuk tidak melakukan hal sejauh itu demi aku.